ANALISIS FENOMENOLOGI KOMUNIKASI SANTRI DENGAN MASYARAKAT

 MAKALAH 

ANALISIS   FENOMENOLOGI KOMUNIKASI SANTRI DENGAN MASYARAKAT 

Disusun guna memenuhi tugas uts 

Mata kuliah : Sosiologi

Dosen Pengampu: Syamsul Bakhri, M.Sos









Disusun oleh :

Istiqomatul Maftukhah_3420151


JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB, DAN DAKWAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

PEKALONGAN

2020/2021





KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam yang telah memberikan kemudahan kepada kami untuk bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “ANALISIS FENOMENOLOGI KOMUNIKASI SANTRI DENGAN MASYARAKAT ” makalah ini kami susun dengan sedemikian mungkin dan kami juga menyadari bahwa makalah yg kami susun jauh dari kata sempurna, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun kami harapkan untuk kesempurnaan makalah ini.Akhir kata kamiucapkan terimakasih kepada allah kami mohon ampun dan kepada semua pihak kami minta maaf apabila ada penulisan kata yang salah dalam makalah ini dan semoga Allah SWT senantiasa.



Pekalongan, 15 Juni 2021




          Penyusun












DAFTAR ISI


Kata Pengantar ii

Daftar isi iii

BAB I Pendahuluan 1

A .Latar belakang 1

B . Rumusan masalah 1

C . Tujuan pembahasan 1

BAB II Pembahasan 2

A .SANTRI YANG BERAKHLAK MULIA 2

B .MASYARAKAT YANG MENGMULYAKAN  ....................... 5

C..CONTOH FENOMENA YANG TERJADI....................... 7

BAB III Penutup 9

A . Kesimpulan 10

B . Saran 10

Daftar Pustaka 11











BAB I

PENDAHULUAN

Latar belakang 

Santri adalah orang yang mengaji atau pun belajar dalam sebuah pesantren yang ada dalam sebuah lindungan para pengasuh dan guru guru yang ada di dalam pesanten tersebut.namun ada juga sntri yang menetap di psantren da nada juga sebagian santri yang pulang pergi di setiap harinya, mereka rela berpisah dengan kelurga nya untuk menuntut ilmu dan menimba ilmu, terkadang ada santri yang terpaksa mondok sama orang tua nya da nada juga yang dari anak nya yang berkeinginan sendiri untuk ke mondok ke pesntren tetapi orang tuanya tidak mengizinkan dengan alasan jauh,takut dan sebagainya. Berkeinginan untuk menjadi santri adalah suatu yang di impikan oleh sebagian orang dan untuk menjelajahi ke wilayah Negara lain, banyak santri yang bersasal dari rantauan seperti dari jambi ke pulau jawa, dari jawa ke mekkah , dari Jakarta ke jombang dan sebagainya oleh karna itu saya mengangkat tentang analisi fenomenologi megenai kmunikasi santri dengan masyarakat setempat.

RUMUSAN MASALAH 

Santri berakhlak mulia

Masyarakat yang memulyakan santri

Contoh fenomenologi yang terjadi

TUJUAN MASALAH 

untuk mengetahui santri yang berakhlak mulia

untuk mengetahui masyarakat yang memuliakan santri

untuk mengetahui cintoh fenomena yang terjadi








BAB II

PEMBAHASAN

SANTRI  BERAKHLAK MULIA

Pondok pesantren adalah salah satu wadah para anak anak remaja ataupun orang dewa untuk menimba ilmu agama,hidup di pesantren yang harus bersifat mandiri dan harus rela jauh dari keluarga teman,sahabat,dan lain lain. Namun oleh karna itu para santri tidak patah semangat untuk menuntut ilmu tersebut, walaupun adakalanya dia yang di tuntut oleh orang tua nya untuk tinggal di pesantren karna paksaan dari orang tuanya yang mengunginkan anak nya pandai dalam hal agama islam dan berakhlak yang baik, tetapi anak nya yang tidak mau untuk pergi ke pesantren, da nada juga di karnakan ekonomi orang tua nya yang tidak berkecukupan untuk memenuhi keinginan anak nya tersebut, sehinga anak nya tersebut tidak bisa untuk ke pesantren untuk menuntut ilmu.

Santri yang menetap tinggal di pesantren harus memenuhi apa yang telah kyai nya tetapkan mulai dari peraturan yang tertulis maupun tidak tertulis, jika melanggarnya pastia akan di kenakan sanksi ataupun takziran, nah takziran tersebut bermacam macam dari yang membaca alquran sambil berdiri ataupun membuang sampah, menjadi santri itu istimewa dan baik, dia yang selalu sopan dihadapn oarng tua guru, ataupun masyarakat sekitarnya, tidak heran jika santri pualng pasti menjadi andalan para masyarakat untuk mengisi acara pengajian, memnaca tahlil taupun berkhutbah, jadi santri seba bisa memang sulit di dapatkan, tetapi jadi santri itu memang haruslah bisa dalam hal apapun walaupun ia tidak bisa melakukan nya ia harus terjun langsung ke lapangan untuk membuktikan bahwa dia bisa, menjadi santri yang berakhlak mulia itu enka selalu dinpandamg ramah dan bagus oleh masyarakat dan ustadz – ustadz. 

Kondisi santri yang kerap pilang kerumah pasti sering berkoumikasi dengan masyarakat  yang menimbulkan pertanyaan, katanya mondok kok masih di rumah?, nah mungkin itu serinhg terjadi saat santri pulang kerumah,bagi masyarakat yang tidak tau bagaimana alasan nya pasti akan terus menerus mencelanya taupun menghujatnya, akan tetapi juka masyarakat tau apa alasan nya pasti mereka akan memuliakan nya.



MASYARAKAT YANG MEMULIAKAN SANTRI 

Santri identic dengan sosok yang selalu menjadi omongan masyarakat, tak pernah tidak lintas dalam lintasan sejarah dan menjadi rujukan ataupaun panutan masyarakat didalam setiap dalam setiap aktifitas hidupnya.masyarakat beranggapan para santri mempunyai multi peran dalam dirinya yaitu bersikap dinamis,mampu beradaptasi, berjiwa soaial,pribadi matang, bertingkah laku baik, dan bertutur kata yang sopan santun,Santri ketika pulang pasti akan bertemu dengan yang namanya masyarakat harus berbaur dengan masyarakat bahkan harus ikut ber organisasi bersama masyarakat apapun kegiatan nya pasti di wajib kan ikut untuk berorganisasi dalam kegiatan tersebut, nah terkadang santri ketika baru pulang ia masing canggung untuk ikut bergabung bersama masyarakat tersebut, akan tetapi lama kelamaan santri pun sudah terbiasa mengikuti kegiatan yang ada di desanya, seperti kegiatan pengajian ataupun mmusyawaroh, masyarakat mampu memmuliakan santri dan santri pun berakhlak mulia sopan santun terhadap siapapun, komunikasi santri dengan masyarakat tidak hanya bertukar pendapat ataupun ngaji bersama bisa juga santri dengan masyarakat gabung dalam hal gotong royong, dalam membagun masjid, rumah ataupun sebagainya, masyarakat bisa menjadi wadah ataupun sarana praktek dalam hal pemeratekan ilmu santri ketika pulang kerumah, santri yang tidak sombong akan ilmu nya dan masyarakat,namun ada juga yang santri pulang kerumah tetapi tidsk mau untuk ikut serta dalam berkegiatan dan berorganisasi, dan tidak mau juga untuk menyalurkan ilmu nya yang telah didapat selama di pondok pesantren,










CONTOH FENOMENA YANG TERJADI 

Santri dan masyarakat damai dalam bergotong royong dalam membangun pesantren , santri yang sangat ringan tangan, saat ikut dalam membantu yang lain dalam berkerja ini, 


 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pondok pesantren adalah salah satu wadah para anak anak remaja ataupun orang dewa untuk menimba ilmu agama,hidup di pesantren yang harus bersifat mandiri dan harus rela jauh dari keluarga teman,sahabat,dan lain lain, Santri identic dengan sosok yang selalu menjadi omongan masyarakat, tak pernah tidak lintas dalam lintasan sejarah dan menjadi rujukan ataupaun panutan masyarakat didalam setiap dalam setiap aktifitas hidupnya.masyarakat beranggapan para santri mempunyai multi peran dalam dirinya yaitu bersikap dinamis,mampu beradaptasi, berjiwa soaial,pribadi matang, bertingkah laku baik, dan bertutur kata yang sopan santun,Santri ketika pulang pasti akan bertemu dengan yang namanya masyarakat harus berbaur dengan masyarakat bahkan harus ikut ber organisasi bersama masyarakat apapun kegiatan nya pasti di wajib kan ikut untuk berorganisasi dalam kegiatan tersebut, nah terkadang santri ketika baru pulang ia masing canggung untuk ikut bergabung bersama masyarakat tersebut, akan tetapi lama kelamaan santri pun sudah terbiasa mengikuti kegiatan yang ada di desanya,

SARAN 

Semoga dengan adanya penyusunan tugas makalah ini, para pembaca dapat memahami atas materi yang telah penyusun berikan dan jika, ada kesalahan mapun kekurangan pemahaman, para pembaca untyk bisa memberikan komentar atau tambahan pemahaman









DAFTAR PUSTAKA

.

Mulyana, D. (2004). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Littlejohn. (2002). Theories of Human Communication: Seventh Edition. Belmont California: Wadsworth.  Fiske, J. (2011). Cultural and Communication Studies. Yogyakarta: Jalasutra. www.kompasiana.com  Dhofier, Z. (1985). Tradisi Pesantren. Jakarta: LP3S. Zuhri, Damanhuri (2012) Pesantren, Berdiri Menopang NKRI (1) [7http://www.republika.co.id/berita/duniaislam/islam-nusantara/12/12/26/mfmtl6- pesantren-berdiri-menopang-nkri-1www.pondokpesantren.netIbid Kuswarno, Engkus. 2009. Metodologi penelitian Komunikasi Fenomenologi: Konsepsi, Pedoman, dan Contoh Penelitian. Bandung: Widyapadjadjar Collin, Finn, 1997. Social Reality. USA and Canada: Routledge Simultaneously Published.Cresswell. John W.. 1998. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Traditions, Thousand Oaks, California : Sage Publication.

Sukamto, 1999, Kepemimpinan Kyai dalam Pesantren, Jakarta: Pustaka LP3ES

Weber, Max. 1966. The Theory of Social and Economic Organization. New York, The Free Pres Scott, James C. The Erosion Of Patron-Client

Komentar